Sayang💛
Dari Abang Untuk Deak
Haii sayangg, happy anniversary yaa. 💛
Kalau seseorang pernah bilang bahwa setiap pertemuan memiliki alasan, mungkin kisah kita adalah salah satu jawaban dari kalimat itu. Karena siapa sangka, dari sebuah pertemuan yang awalnya begitu sederhana, dari abang yang hanya sebatas penjoki, takdir justru perlahan menuliskan nama deak di halaman yang paling dalam dari hidup abang.
Lucu yaa, sayangg. Sesuatu yang awalnya tak pernah abang rencanakan, justru menjadi sesuatu yang paling ingin abang pertahankan.
Dari sekadar mengenal, kemudian menjadi dekat. Dari sekadar berbicara, kemudian menjadi tempat bercerita. Dari sekadar hadir, kemudian menjadi seseorang yang keberadaannya begitu berarti.
Dan tanpa kita sadari, waktu membawa kita sampai pada hari ini. Satu tahun.
Satu tahun yang mungkin bagi dunia hanyalah dua belas bulan, tapi bagi abang, ia adalah kumpulan dari begitu banyak kisah yang tidak akan pernah cukup jika hanya diceritakan dalam beberapa kalimat.
Ada tawa yang masih abang simpan di ingatan. Ada tangis yang pernah jatuh di antara kita. Ada pelukan yang menjadi rumah ketika dunia terasa terlalu berat. Ada pertengkaran yang membuat kita hampir kehilangan arah. Ada kata "selesai" yang berkali-kali hampir menjadi akhir dari segalanya.
Tapi ternyata, cinta kita selalu menemukan alasan untuk kembali.
Kita pernah menjadi dua manusia yang sama-sama lelah, berdiri di tengah badai sambil bertanya apakah perjalanan ini masih layak diteruskan. Kita pernah saling melukai dengan kata-kata, saling menjauh karena ego, bahkan berkali-kali membiarkan kata perpisahan menggantung di antara kita.
Namun anehnya, setiap kali dunia seolah memaksa kita untuk berpisah, hati kita justru memilih untuk tetap tinggal.
Mungkin memang seperti itulah cinta. Bukan tentang tidak pernah ingin menyerah, melainkan tentang selalu menemukan alasan untuk mencoba sekali lagi.
Dan hari ini, setelah segala badai yang kita lewati, abang masih bisa memanggil deak dengan sebutan yang sama. "Sayangg."
Masih orang yang sama. Masih tangan yang sama untuk abang genggam. Masih hati yang sama yang ingin abang jaga.
Untuk itu, abang ingin bilang: Abang bangga sama deak.
Bangga karena deak sudah berjalan sejauh ini bersama abang. Bangga karena di antara begitu banyak alasan untuk pergi, deak masih memilih untuk bertahan. Bangga karena meskipun hubungan ini tidak selalu menghadirkan langit yang cerah, deak tetap mau berdiri bersama abang ketika hujan datang.
Dan kalau boleh jujur, abang tahu abang masih jauh dari kata sempurna.
Masih banyak sisi dari abang yang harus diperbaiki. Masih banyak kesalahan yang mungkin pernah membuat hati deak terluka. Masih banyak hal yang belum mampu abang berikan. Mungkin selama satu tahun ini abang belum menjadi lelaki yang sepenuhnya sesuai dengan apa yang deak harapkan.
Untuk semua itu, abang minta maaf.
Maaf untuk setiap luka yang lahir dari sikap abang. Maaf untuk setiap kecewa yang pernah abang titipkan di hati deak. Maaf karena terkadang abang masih menjadi alasan air mata deak jatuh, ketika seharusnya abang menjadi alasan deak tersenyum.
Abang tidak ingin mengatakan bahwa abang akan menjadi lelaki yang sempurna, karena abang tahu manusia tidak pernah benar-benar sempurna.
Tapi abang ingin berjanji untuk terus belajar.
Belajar memahami deak lebih dalam. Belajar menjaga hati deak dengan lebih baik. Belajar menjadi rumah yang tidak membuat deak ingin pergi. Dan belajar mencintai deak dengan cara yang setiap harinya semakin pantas untuk disebut cinta.
Karena bagi abang, mencintai deak bukan tentang menjadi sempurna untuk deak. Melainkan tentang menjadi seseorang yang setiap hari mau memperbaiki dirinya, hanya agar esok hari masih bisa berjalan di samping deak.
Sayangg, kalau satu tahun pertama ini adalah sebuah buku, mungkin halaman-halamannya tidak semuanya indah. Ada halaman yang penuh tawa, ada yang basah oleh air mata, ada yang penuh warna, dan ada pula yang hampir ingin kita sobek karena terlalu sakit untuk dikenang.
Tapi abang tidak ingin menghapus satu halaman pun.
Karena semua yang pernah kita lalui adalah bagian dari perjalanan yang membawa kita sampai di sini.
Bahkan luka-luka yang pernah kita punya, pada akhirnya menjadi saksi bahwa kita pernah berjuang sedalam itu untuk tetap bersama.
Dan di perayaan satu tahun ini, abang tidak meminta hubungan kita untuk selalu berjalan tanpa masalah.
Abang hanya berharap, ketika nanti jalan kita kembali terasa berat, kita tidak lupa bagaimana caranya pulang.
Ketika salah satu dari kita mulai lelah, semoga yang lain menjadi tempat untuk beristirahat.
Ketika dunia terasa terlalu bising, semoga kita tetap menjadi tenang bagi satu sama lain.
Dan ketika suatu hari nanti kita kembali dihadapkan pada pilihan antara bertahan atau melepaskan, semoga kita selalu mengingat bahwa pernah ada dua manusia yang memilih satu sama lain, meskipun berkali-kali keadaan mencoba memisahkan.
Semoga setelah tanggal ini, masih ada tanggal-tanggal lain yang bisa kita rayakan.
Bukan hanya satu tahun, tapi dua tahun, tiga tahun, lima tahun, sepuluh tahun, hingga suatu hari nanti kita duduk berdampingan, menoleh ke belakang, lalu tersenyum melihat betapa jauhnya kita telah berjalan.
Semoga mimpi-mimpi yang pernah kita bisikkan perlahan menemukan jalannya untuk menjadi nyata. Satu per satu. Pelan-pelan. Bersama.
Dan jika kelak takdir mengizinkan kita sampai sejauh itu, abang ingin mengatakan kepada deak: "Terima kasih sudah menjadi rumah yang abang temukan di tengah perjalanan yang bahkan tidak pernah abang rencanakan."
Selamat untuk satu tahun kita, sayangg.
Selamat untuk tanggal 15 Agustus yang ke-12 kalinya. Tanggal yang mungkin bagi orang lain hanyalah sebuah angka di kalender, tapi bagi abang, tanggal ini adalah pengingat bahwa pernah ada satu hari ketika sebuah cerita dimulai dan terus memilih untuk berjalan hingga hari ini.
Terima kasih sudah hadir. Terima kasih sudah bertahan. Terima kasih sudah menjadi bagian dari hidup abang.
Dan kalau suatu hari nanti kata-kata abang tidak lagi cukup untuk menjelaskan seberapa besar rasa ini, semoga deak bisa melihatnya dari setiap usaha abang untuk tetap tinggal.
Karena abang mungkin tidak selalu pandai merangkai kata, tapi satu hal yang abang tahu, di antara begitu banyak manusia yang pernah singgah dalam hidup abang, deak adalah nama yang ingin abang tulis paling lama.
I love you so much, sayangg. Hari ini, esok, dan semoga sampai sejauh yang Tuhan izinkan kita berjalan bersama. ❤️
Dari penjoki Access Deak,
Abang Hehe